Sabtu

Pelantikan Pengurus HMI Komisariat Kedokteran Unhas Periode 2007-2008 M

Pada tanggal 15 Agustus 2007, bertempat di Lt. 3 Gedung FK Unhas tepatnya di ruang PPDS berlangsung pelantikan pengurus HMI Komisariat Kedokteran Unhas periode 1428 - 1429 H yang dihadiri oleh Ketua HMI Cabang Makassar Timur kanda Amin. Selain itu, beberapa undangan dari komisariat sejajaran Makassar Timur turut hadir beberapa orang anggota dan mantan Pengurus HMI Komisariat Kedokteran Unhas. acara ini juga dirangkaikan dengan dialog yang dipimpin oleh kanda dr.Irwin Aras dengan mengambil tema "Peran aktif HMI dalam kehidupan berlembaga di Kedokteran Unhas". dalam dialog yang berlangsung sekitar 1 jam, kanda dr.Irwin Aras yang juga merupakan mantan Ketua HMI Komisariat Kedokteran Unhas menyatakan bahwa tantangan mahasiswa hari ini jauh lebih berat. tantangan itu justru berasal dari dalam mahasiswa sendiri yang mulai bersifat individualistis sehingga lembaga-lembaga seperti HMI muali ditinggalkan. oleh karena itu, menurutnya para Pengurus yang baru diharapkan lebih kreatif dalam menyusun program kerja nantinya.

Selasa

World No tobacco day;local act...

31 Mei 2007, HMI Komisariat Kedokteran Unhas bersama beberapa lembaga tingkat Internal dan Eksternal Kampus kawasan medis Unhas ikut serta dalm aksi hari tanpa tembaku sedunia...aksi damai diisi dengan orasi dan pernyataan sikap untuk membebaskan kawasan2 umum dari asap rokok.....seperti tema global "smoke free envoronment"...kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 - 12.30 ini diikuti sekitar 40 Mahasiswa Kesehatan yang ada di Unhas...akasi ini dimulai dari titik pertemuan FK-FKG menuju ke kawasan pintu 1 Unhas...target lain dari aksi ini untuk mengsosialisasikan kawasan bebas asap rokok yang telah dicanangkan di dua fakultas FK dan FKM Unhas....

Rabu

Baksos Sinjai...


Pada tanggal 21-22 April kemarin, Ikatan Keluarga Mahasiswa Sinjai (IKMS) Unhas (maap kalo kepanjangannya salah) bekerja sama dengan HMI Komisariat Kedokteran Unhas mengadakan bakti sosial dengan rangkaian kegiatan sirkumsisi massal, pengobatan umum, dan penyuluhan kesehatan. kegiatan ini bertempat di desa Bonto Salama, Sinjai Barat (sekitar 116 km dari kota Makassar) dengan jarak tempuh kurang lebih 4 jam dengan bus sedang via Malino. namun berhubung mobilnya singgah2 dan jalan kurang kondusif sehingga waktu perjalanan diluar perkiraan molor hingga 2 jam. pada kegiatan ini sekiat 17 anak dari desa bonto salama dan sekitarnya mengikuti sirkumsisi dan 30 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis. penyuluhan kesehatan diadakan pada hari minggu, tanggal 22 april 2007 bertempat di balai desa dengan mengambi tema "pencegahan avian influenza". seperti kesempatan2 baksos lainnya, kegiatan kali ini dimaksudkan pula untuk lebih meningkatkan tali silaturahmi antar anggota..terima kasih yang sebesar-besarnya kami haturkan kepada segala pihak, dinas kesehatan Kab. Sinjai, Kepala Puskesmas Bonto Salama, Kepala Desa Bonto Salama, teman2 IKMS Unhas, dan segenap anggota yang tak sempat ikut dan menitipkan doa karena telah menyukseskan acara kali ini secara tidak langsung..terima kasih..
sedikit dokumentasi :

Senin

Nasionalisme sebagai sebuah semangat kuno?*

Tayangan di televisi kian menjemukan. Hampir tiada hari tanpa sinetron dan infotaiment. Hampir tiada sinetron tanpa kisah anak gadis hamil diluar nikah, hampir tiada infotaiment tanpa kisah putus-nyambung kawin–cerai selebritis. Jika masih dianggap bahwa media televisi adalah alat peng-haegemoni ter-efektif, maka bayangkanlah bagaimana karakter bangsa kita hari ini dan masa yang akan datang dengan tontonan seperti itu. Pemunculan kedua tayangan murahan tersebut mendapatkan prioritas untuk tampil pada jam-jam yang “strategis”, seperti jam 16.00 - 18.00, kemudian jam 19.00 – 22.00, bahkan ada yang lanjut hingga jam 11 malam. Sisanya baru kemudian diberikan untuk tayangan-tayangan diskusi mengenai problematika ummat dan bangsa. Ini adalah sebuah indikasi mengerikan bahwa ternyata masyarakat kita lebih serius mencermati dan menyayangkan tragedi “Kematian Alda” dibandingkan kematian negerinya sendiri. Beruntung masih ada acara seperti “News Dot Com” walaupun ada juga yang menganggapnya sebagai suatu komersialisasi nasionalisme (tapi paling tidak masih bisa dijual).

Dengar pula senandung anak atau adik kita yang baru TK atau masih SD. Ternyata mereka lebih hapal dan suka menyanyikan lagu “Demi Waktu”-nya Ungu, “Kenangan Terindah”-nya Samson bahkan “Teman Tapi Mesra”-nya Ratu dibandingkan lagu Maju Tak Gentar, Rayuan Pulau Kelapa, atau Gugur Pahlawan.



Kondisi seperti ini tak sepenuhnya salah sebagai kesalahan dirinya sebab inilah hasil dari sebuah “kekagetan” memasuki masa kebebasan dari dominasi rezim Orde Baru, dimana masyarakat kita sudah “kekenyangan” menelan nasionalisme kosong yang hanya dijadikan komoditi untuk tetap berkuasa. Walaupun sebelumnya nasionalisme menjadi spirit yang begitu penting dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan di fase awal bangsa ini. Maka gambaran singkat tentang nasionalisme di negeri kita adalah sebagai berikut : Nasionalisme sebagai sesuatu yang membanggakan menjadi sebagai sesuatu yang mengerikan kemudian berakhir menjadi sesuatu yang membosankan.

Mahasiswa yang masih ngomong tentang nasionalisme akan mendapatkan label kuno atau membosankan (kalo di FK dibilangi “Indonesia Raya Sekali...”, tapi sekarang alhamdulillah sudah jarang terdengar lagi). Ini adalah bentuk character assassination bagi kawan-kawan kita yang masih peduli terhadap nasib bangsa di tengah lingkungan kehidupan mereka yang sangat hedon. Memang sedikit menyakitkan ketika kepedulian positif mendapatkan balasan negatif seperti itu. Namun itulah tantangan “kecil-kecilan” aktivis hari ini. Tak begitu diperhitungkan namun begitu rese’ plus menjengkelkan.

Hari ini banyak yang tak menyadari secara mendalam bahwa bangsa ini tidak akan pernah lepas dari kebodohan, kemiskinan, korupsi, dan lainnya selama mereka masih belum punya niat untuk ber-nasionalisme, seperti yang ada pada prinsip indetermenisme Islam (Ar Ra’d(13) : 11). Kasarnya, jangan pernah sok mengeluh tentang kepemimpinan SBY – JK atau bahkan Soeharto jika semangat nasionalisme saja tidak punya! Selama kita tidak punya semangat itu selama itu pula kita tidak berhak untuk mendapatkan keadilan di negeri ini.

Nampaknya tugas kita yang paling rill hari ini untuk membangun bangsa adalah menebarkan pemahaman bahwa bangsa ini butuh kepedulian dari generasi mudanya untuk memikirkan nasib bangsa ini sekaligus memberi jawaban terhadap problem kompleks rakyat kita hari ini. Istilahnya bagaimana kita mengajak mahasiswa untuk bermahasiswa. Mengadaptasi istilah Paulo Freire (memanusiakan manusia), bagaimana kita bisa untuk memahasiswakan mahasiswa. Sedikit tentang mahasiswa, bahwa mahasiswa punya tanggung jawab intelektual atau pendidikan tinggi yang ia miliki. Tak berlebihan jika berbicara tentang pergerakan mahasiswa, maka nilai seorang mahasiswa diukur dari seberapa peduli ia terhadap kondisi ummat dan bangsa hari ini. Mahasiswa baru boleh disebut sebagai mahasiswa jika nilai tersebut telah teraktualkan.

Globalisasi kini telah menjadi main streem, fakultas kita yang tercinta kemudian meresponnya dengan menghadirkan kelas Internasional, sementara kita masih saja merasa inferior. Terlalu klise mungkin, tapi adakah jalan keluar lain untuk mendapatkan kepercayaan diri bangsa selain dengan semangat nasionalisme (yang katanya kuno) itu? Ayo kawan-kawan, tunjukkan bahwa Anda memang bebeda dengan mahasiswa lainnya yang hanya sibuk diatur oleh kurikulum, sok hobi bermain bilyard dan sok ber-life style dugem. Anda punya potensi intelectual quotient (IQ) yang luar biasa (buktinya Anda lulus di FK), jangan sia-siakan untuk hal-hal yang tak berunjung manfaat untuk orang banyak. Mulailah belajar untuk memikirkan bagaimana cara untuk menyelamatkan ummat dan bangsa kita dari keterpurukan. Dan yang tak kalah penting, Yakin Usaha Sampai!

*)Tulisan ini dipersembahkan untuk para panitia dan peserta Basic Training HMI angkatan LXXI



M. TAsrif MAnsur

Kamis

Tadabur Alam

Sebagai bagian dari rangkaian milad-60 HMI, dan juga merupakan rangkaian program kerja HMI Komisariat Kedokteran Unhas, bertempat di kawasan wisata Malino, Kab. Gowa sekitar 2 jam dari Makassar diadakan acara Tadabur Alam yang berlangsung pada hari sabtu-ahad, 24-25 Pebruari 2007. Dihadiri sekitar 25 orang anggota HMI Komisariat Kedokteran Unhas, tadabur alam ini berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Tujuan utama dari acara ini tidak lain mempererat tali slaturahim antar anggota dan juga sebagai wahana pelepas penat bagi para anggota setelah sebulan diserbu dengan jadwal kuliah yang padat. Acara utama dari tadabur alam ini adalah outbound dimana para peserta dibagi dalam beberapa kelompok dan mengikuti beberapa permainan outbound dalam suasana alam bebas. 3 kelompok yang terdiri dari 2 kelompok akhwat dan 1 kelompok ikhwan mengikuti acara outbound dengan penuh suka cita. Hujan deras di awal, selama dan di akhir outbound tidak banyak mempengaruhi jalannya acara dan antusiasme peserta untuk terus menyusuri hutan pinus mencari pos selanjutnya dan mengikuti permainan lain. Menurut Ketua Komisariat Ardiansyah Bahar (http://arbaafivone.blogspot.com) menyatakan bahwa acara ini tidak hanay sekedar untuk mekepas kepenatan juga untuk meluruskan cita-cita luhur membentuk komunitas insan cita. Kegiatan serupa sudah dijalankan selama 3 kali dengan agenda yang sama. Diharapkan kedepan kegiatan serupa masih bisa dilaksanakan dengan berbagai perbaikan terutama dari kualitas rangkaian kegiatan dan kuantitas peserta. Waktu acara yang berdekatan dengan ujian beberapa angkatan menjadi penyebab utama kurangnya peserta yang ikut.[uchie(http://yoesrianto.blogspot.com])]

sedikit oleh2...





Minggu

generasi hijau hitam kembali menggeliat...

dalam rangkaian milad ke-60 HMI, HMI Komisariat Kedokteran Unhas kembali mengadakan Basic Training Angk. LXXI yang diadakan dari tanggal 9 - 11 Pebruari 2007 bertempat di LEC Antang. Dengan mengambil tema "memaknai setiap gerak menuju komunitas cita", basic training kali ini mewadahi 38 anggota baru yang berasal dari beberapa komisariat se-Makassar Timur. acara yang diketuai oleh M.Irfan (FK 06) ini berjalan cukup sukses sesuai dengan rencana semula tanpa ada hambatan berarti. berkat kerja keras tim panitia sehingga acara ini dapat berjalan lancar. tim instruktur yang dipimpin oleh master of training : kanda Burhanuddin (FKM '00) dan Vice Of Master : Kanda M. Tasrif Mansur (FK '03) menjalankan tugas dengan baik mengawal proses bastra dan menyusun agenda follow up berkesinambungan. harapan akan terbinanya insan cita yang akan mengawal kehidupan ummat dan keberlangsungan bangsa di masa depan berada di pundak para anggora baru. semoga cita-cita luhur Lafran Pane, dkk dapat diejawantahkan dalam berbagau bentuk aksi dan praksis di bidang keilmuan masing-masing dan berpegang teguh pada nilai-nilai dasar perjuangan. yakin usaha sampai..

yoesrianto tahir (http://yoesrianto.blogspot.com)

Selasa

Dies natalis ke-51 FK Unhas yang mengecawakan


kurang lebih seperti itulah gambaran perasaan kami saat ikut ambil bagian dari peringatan dies natalis ke-51 yang berlangsung pada tanggla 28 januari 2007 kemarin. betapa tidak, ketika teman dari lembaga yang ada di fk-unhas baik internal maupun eksternal mempersiapkan stand pameran untuk berharap dikunjungi oleh para tamu dan undangan, namun yang terjadi adalah kehampaan. acara yang memang ditujukan untuk civitas akademika FK Unhas malah jadinya hanya untuk para birokrat fakultas yang notabene adalah para dosen dan pegawai. tanpa bermaksud meminta apa-apa, namun paling tidak apresiasi atas eksistensi lembaga tidak lagi dihiraukan. kami hanya "dianggap" ikut ambil bagian agar seolah acara tersebut lengkap diikuti oleh segenap "civitas" akademika FK Unhas, namun yang terjadi tidaklah demikian. kekecawaan atas acara ini memuncak pada hari itu, dimana pada hari-hari sebelumnya tidak ada komunikasi yang terbangun dengan baik antara panitia yang didominasi oleh dosen dan mahasiswa sebagai bagian dari penyelenggaraan acara tersebut. agar kami tidak dikatakan "vakum" atau stase di titik nadir dan tidak melakukan apa-apa, maka ajakan untuk ikut berpartisipasi pun kami sambut. namun nyatanya mental model para birokratis tersebut tidak ubahnya para birokrat pemerintah yang tidak lagi memandang kebawah atau kesamping. pandangan yang terlalu jauh kedepan dengan segala tetek bengek perubahan kami khawatir justru akan membawa kemudharatan. lembaga mahasiswa sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pendidikan di perguruan tinggi punya peran penting dalam menciptakan generasi masa depan yang berkualitas. tanpa bermaksud mengurangi rasa hormat kami kepada kanda sekalian....salam..yakin usaha sampai..
Yoesrianto Tahir