Sabtu

Jebakan Bernama Persepsi


Subjektivitas sebuah pendapat atau persepsi merupakan dua hal yang tak terpisahkan. Setiap argumen maupun pendapat yang ada tidak lepas dari latar belakang, dan kepentingan yang ada dibalik subjek. Setiap unsur yang ada dalam persepsi akan sangat berhubungan dengan apa yang menjadi ciri dari sang subjek. Persepsi sapat berarti cara pandang yang digunakan subjek terhadap objek tertentu.
Jika dalam konteks manusia, persepsi terhadap seseorang lawan jenis kadang menjadi jeratan atau jebakan untuk melangkah lebih jauh. Jika pada persepsi ke alam ide didapatkan keselarasan, maka kita akan terus melangkah untuk membentuk hubungan yang lebih baik. Namun pada kenyataannya, persepsi kadang hanya jebakan agar terperangkap dalam ruang dan waktu yang sangat sempit. Persepsi positif kadang tidak akan melulu sama dengan apa yang ada dalam alam ide kita. Yang akhirnya akan berujung ke perangkap bernama kesesatan.
Konon, menurut salah seorang kawan, semua yang kita lakukan berawal dari persepsi, kemudian diolah dalam akal, dan coba diselaraskan dengan ide, jika ditemukan kesamaan, maka jadilah ia sebagai tindakan. Namun, apakah persepsi sesaat menjadi jebakan mematikan selamanya ?
Nampaknya ada substansi lain yang tak sematp kita meliriknya. Kembali menurut seorang kawan itu dinamakan proses..yup..jika kita mau berlatih untuk bersabar dan mengerti akan proses maka hasil yang akan kita dapat kan tidak sia-sia..

”sesungguhnya yang kekal bukan bara api, tapi hasil dari pembakaran itu”

Jika kawan berani, sabar dan ikhlas untuk berproses maka setiap tindak tanduk kita dalam melaksanakan sesuatu dapat kita pertanggungjawabkan dan akan ada penjelasan. Proses inilah yang kemudian menjadi landasan untuk bertindak dan bergerak. Jika tidak sekali lagi kita akan terperangkap dalam persepsi yang ternyata jiak dibenturkan dnegan persepsi lainnya akan muncul kontradiksi. Hal itu tentu saja karena persepsi terbangun atas subjektivitas individu.
Lalu masihkahkah kita akan mengagung-agungkan persepsi yang tak memberi solusi dan landasan yang kuat dalam bertindak..maka mari bersama berproses untuk mendapat sesuatu yang jauh lebih terpelihara bukan sekedar terberi..
salam
Yakin Usaha Sampai

Penulis :
Yoesrianto Tahir

Minggu

coretan kecil untuk milad...


Apa yang kira-kira akan dilakukan Lafran Pane jika masih hidup hingga sekarang ?...melihat kondisi keummatan yang tak karuan. sesama ummat saling berhadap-hadapan hanya karena perbedaan yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan jalan musaywarah. belum lagi berhadapan langsung dengan masalah2 diluar ummat sendiri, pornografi, kekerasan terhadap anak, penghinaan terhadap Nabi, sampai bencana alam yang tak kunjung berhenti...apalagi mencermati kondisi kebangsaan yang harus dicemari oleh lebih banyak masalah lagi, terpaan harga BBm, TDL yang segera naik, "demokrasi" yang lebih mengarah ke destruktif, dll..
apalagi melihat kondisi organisasi yang dulu dibuatnya atas dasar kedua hal tersebut "keummatan dan kebangsaan" yang menurut pahaman saya tidak jauh kalah gentingnya yang justur membutuhkan perjuangan yang labih dari kalangan muda muslim yang tercerahkan..insan cita yang disandang dengan predikat akademisi, pencipta, pengabdi dan bertanggung jawab atas masyarakat adil makmur..apakah semua itu tinggal mimpi..hanya angan-angan orang2 terdahulu ? atau ikut mati bersama dengan jasad para pendahulu kita yang merumuskan NDP sebagai nafas hijau hitam kita?..
jawaban dikembalikan kemasing-masing individu..yah karena kita menghargai kemerdekaan individu bukan ?hm....tidak bermaksud mengenelisir, tapi coba ditengok kembali apa yang sudah kita bikin (untuk ader, alumni, dan anggota)..sesuaikah dnegan impian,. harapan para pendahulu kita ?..sesuai tidak dengan cita-cita HMI yang sebenarnya ?....organisasi kader, berada di Indonesia dan tempat berhimpun mahasiswa islam, jadi tugas dan tanggung jawabnya jauh lebih berat dibandingkan dengan organisasi lainya yang ruang lingkupnya lebih kecil menjadikan HMI sebagai organisasi yang menuntut begitu banyak tugas yang harus diselesaikan. ynag pada akhirnya semua itu hanya bisa terjadi jika setiap gerak kita dimanapaun dan kapanpun dilandasi dengan ikhlas dan semata-mata demi kemashlahatan ummat. sekecil apapun itu..jadi berbuat yang terbaik apa yang menurutmu terbaik dan bisa dipertanggungjawabkan kelak..
yakin usaha sampai